Suzuki Satria F-150, Juara Berkat Baca Cuaca


Tim road race maupun drag bike, harusnya pintar membaca kelembaban dan cuaca sekitar ketika balapan. Karena sudah barang tentu mempengaruhi setingan motor.

Seperti yang dilakukan tim Anugrah Lophe Lophe, di gelaran bertajuk Enduro Day Battle Drag Bike Championship (EDBDBC) 2012 yang diadakan di Jl. Kol. Ediyono Martadipura, Kabupaten Bogor. Tim asal Boyolali ini, mempelajari cuaca di daerah Bogor-Jawa Barat yang cenderung lebih panas dibanding Boyolali, Jawa Tengah.

Hasil pemahaman cuaca ini di terapkan di Suzuki Satria F-150 yang mengikuti kelas 150 Tune Up. Bila di Boyolali pilot-jet dan main-jet dibikin irit dengan ukuran 42/125, setingan ini cocok di daerah sana yang dingin, ketika balap di derah panas mesti dibikin jadi lebih boros dengan ukuran 42/128 di karburator PWK Sudco 35, kata Santoso, mekanik tim Anugrah Lophe Lophe.

Tapi, tentunya bukan hanya itu yang diubah di Satria FU ini. Yang paling extrime, pembuatan ulang rasio gigi yang dibikin dengan bahan besi baja, oleh Cebleng panggilan tenar Santoso. Besi baja ini di rebuild pake alat bubut jadi ukuran rasio gigi 1 14/30, gigi 2 16/25, gigi 3 19/25, gigi 4 standar 23/21, gigi 5 standar 25/20.

Rasio gigi sudah diubah, agar maksimal rasio, gir depan dikurangi satu mata jadi 13 mata, dari standarnya 14 mata, tambah Cebleng.

Di bagian mesin, tim ini memepercayakan piston standar diameter 62 mm, dikawal panjang langkah 48,8 mm, untuk menggebuk kompresi 10,2 : 1. Serta katup in dan ex masih bawaan pabrik.

Durasi kem standar dicustom, agar suplay bahan bakar yang masuk-keluar keruang bakar bisa diatur sesuai waktu yang diinginkan. Noken as in 270 dan ex 270.

Angka 270 didapat dari klep isap membuka 30 sebelum TMA (Titik Mati Atas) dan menutup 60 setelah TMB (Titik Mati Bawah). Sedangkan klep buang membuka 60 sebelum TMB dan menutup 20 setelah TMA.

Pengapian dibikin advance lewat aplikasi CDI aftermarket Rextor yang dialirkan ke koil Yamaha YZ125, tapi magnet masih mengandalkan standar. Pengapian dibikin total lose, sehingga kelistrikan mengandalkan dari tenaga aki, tambahnya.

Bermodalkan pembacaan cuaca sekitar, hasilnya Satria FU yang ditunggangi Topik Ompong ini, berhasil finish sebagai juara pertama dengan best time 8,14 detik. Mantap bro. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Knalpot: MCC Racing Muffler
Monosok: YSS Z Series
Ban depan: IRC Eat My Dust 50/90-17
Ban belakang: IRC Eat My Dust 60/80-17
Teromol belakang: Suzuki Smash




ReadmoreSuzuki Satria F-150, Juara Berkat Baca Cuaca

Tren Water Decal di Motor, Dari Helm ke Bodi


Ini dia! Muncul virus atau tren baru lagi dalam urusan penampilan pacuan! Selain airbrush or stiker, sobat juga bisa pilih water decal alias stiker air. Ya, begitulah secara harfiah diartikannya.

Sebenarnya stiker ini juga sudah muncul sejak tahun 90-an. Tapi kala itu dipakai di mobil-mobilan. Di helm juga sih, sebut Andri Wisono Hartanto dari Andri Design yang kini menerapkan water decal di bodi motor.

Menariknya, stiker ini bisa mengatasi keinginan desain yang detailnya kecil dan rumit. Karena kalau lewat permainan pen brush, diyakini tidak mampu sedetail atau sekecil stiker air.

"Teknik ini tetap diairbrush. Nah, stiker air ini bisa dikatakan sebagai pelengkap atau pendukung tampilan secara keseluruhan, beber Andri yang juga gape dalam urusan airbrush.

Seperti yang dipasang pada Kawasaki Ninja 250R milik Julius Larisman dan Piaggio Fly milik Ade Julizar serta Yamaha RX-King punya Andri sendiri. Permainan desain water decal turut mendukung konsep modif secara keseluruhan.

Selain bisa lebih detail dan kecil, stiker ini juga fleksibel dan tipis. Tipisnya, seperti selembar tisu. Maka itu, stiker bisa dipasang mengikuti kontur bidang permukaan. Misalnya, di tangki atau bagian bodi lainnya. Dan, ketika diraba pun tidak terasa kalau itu aslinya stiker.

"Tapi karena tipis, proses pemasangannya juga butuh kejelian. Kalau tidak hati-hati, bisa dan cepat robek, beber airbrusher 32 tahun pemilik nomor telepon 0816-1995-604.

Biar lebih maksimal, proses pemasangan stiker ini dilakukan di permukaan yang cerah. Itu karena menurut Andri, model stikernya sendiri ada dua pilihan. Yaitu, transparan dan putih.

"Kalau yang transparan, biasanya dipakai di permukaan bodi yang memiliki warna putih. Dengan begitu, warna stiker jadi lebih keluar. Tapi kalau stiker yang putih, justru dipakai di bodi yang permukaan warnanya selain putih, beber warga Jl. Pademangan IV, Gg. 14, No. 2A, Pademangan, Jakarta Utara.

Proses pemasangannya, bodi lebih dulu diampelas halus. Setelah itu baru dipasang stiker yang sudah direndam dulu sebelumnya di air. Setelah itu, tinggal lakukan proses pernis. Buat pernis, bisa dua hingga tiga kali naik.

Bicara soal motif, bisa dipesan sesuai keinginan. Misalnya motif robot seperti yang tertera di tangki RX-King Andri atau ikon Marco Simoncelli yang mejeng di bodi sampin Fly milik Ade. Bahkan, hingga Captain Amerika yang ada pada penutup jok belakang Ninja 250R-nya Julius.

Water decal ini punya ukuran layaknya kertas A4. Untuk satu decal dan pernis, dikenakan harga Rp 250 ribuan. Kalau mau pasang lebih dari dua decal, paling hanya kena biaya stiker doang. Karena kalau berikut pernis dihitung satu. Dan harga, sudah pasti berbeda ketimbang satuan, pesan Andri yang juga gape painting helm itu. Serbu! (motorplus-online.com)



ReadmoreTren Water Decal di Motor, Dari Helm ke Bodi

Kawasaki ER6n, Ungu Karena Janda?


Konsep yang diusung Kawasaki ER-6n ini naked widow, bisa diterjemahkan janda telanjang. Ini baru wow yang bukan Jokowow. Hasil garapan Custom World (CW), rumah modifikasi kondang yang digawangi Johny Lipurnomo.

Makanya, dominasi warnanya ungu. Ungu, kan dianggap orang warna janda. He..he..he.., kata Johny dari rumah janda eh Kepala Gading, Jakarta Utara.

Tapi, ide warna janda alias ungu bukan tanpa sengaja atau karena suka janda. Johny enggak asal comot. Variasi berlabel Bikers dari Thailand untuk ER-6n enggak mengeluarkan kelir violet.

Banyaknya warna silver atau gold. Kalau untuk ungu mesti pesan khusus. Karena pesanan khusus, butuh waktu nunggu barangnya sampai, kata Johny yang ramah.

Memang, variasi Bikers untuk kelir violet sudah banyak bertebaran. Tapi, variasi disepuh ungu untuk motor-motor kecil seperti Yamaha Mio. Sebenarnya sih kepingin temanya hijau. Tapi, ungu, kan langka, tutup Johny.

Mantap! (motorplus-online.com)




ReadmoreKawasaki ER6n, Ungu Karena Janda?

Kawasaki Ninja 250R, Cukup Bagian Depan Nunduk


Kawasaki Ninja 250R milik Mandala Tambunan dari apartemen Central Park, Jakarta Utara ini dibikin ala Ducati 848. Perubahannya total banget sob. Tapi walau full custom macam 848 enggak tahunya hanya bagian depan yang berbeda dari bawaan standar.

Braket kedok lampunya yang dibikin berbeda dengan aslinya, kata Michael Lay, builder Lay Z Motor, Jakarta. Perbedaan pegangan kedok lampu Ninja 250R dengan yang sudah diubah Lay, panggilan akrab Michael Lay, tekukannya.

Bentuk pegangannya seperti Y. Dibikin lebih menunduk dibanding aslinya. Supaya tampak depan mendekati 848 yang lebih nunduk dibanding Ninja 250R, urai Lay yang bermarkas di Pesanggrahan, No. 8, Puri Kembangan, Jakarta Barat.

Sisanya dari fairing sampai buntut mengandalkan bawaan pegangan asli Ninja 250R. Kita cocokan benar lubang-lubang bautnya dengan braket aslinya supaya pas mau ganti fairing asli tinggal lepas, cocor Lay yang bukan lay alias abang, panggilan orang Batak, Sumatera Utara.

Tapi, ada yang mesti dicek. Lihat deh nat sambungan antara bagian depan, tengah dan buntut Ninja 250R yang sudah berganti jadi Ducati 848. Natnya saling bertemu. Begitu juga dengan grafis kelir merah yang juga seperti menyambung antar bagian.

He..he..he... Ya kita jiplak aslinya bodi Ducati 848. Tinggal disesuaikan dengan Ninja 250R. Makanya, semua bagian seperti menyambung, ucap Lay.

Garapan Lay ini ikut Kawasaki Modification Contezt yang digelar beberapa minggu lalu. Sayangnya, dia salah kelas. Kelas yang diikutinya Standar Advance. Regulasinya Standar Advance banya boleh ubah bodi sebagian. Oh gitu. Baru tahu saya, tutup Lay. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Michelin 120/70-17
Ban belakang : Michelin 190/55-17
Knalpot : Leo Vince
Spedometer : Koso
LayZ Motor : (021) 58351920




ReadmoreKawasaki Ninja 250R, Cukup Bagian Depan Nunduk

Yamaha Jupiter-Z, Mengatur Timing Sesuai Tanah


Tunggangan grasstrack fokus memperbesar torsi. Semakin besar torsi, semakin besar daya cengkram ban ke tanah setelah menerima tenaga dari putaran mesin. Tapi, enggak cukup dengan meningkatkan momen puntir. Namun agar mesin menghasilkan torsi besar dan aman kudu atur ulang timing pengapian.

Kalau di road race, ban cuma ketemu basah kering. Tapi, di grasstrack permukaan sirkuit beragam. Enggak pas timing pengapiannya resikonya mesin bisa overheat. Kalau sudah overheat, mesin jebol deh, beber Rudi, tunner tim Kapolres Prabumulih.

Rudi membawa Novi Andrian yang jadi juara umum di Bupati Muara Enim-Yonkav 5/Serbu Cup (BMEYC) 2012, Kejurnas Grasstrack 2012, Region I, Seri IV, Ceta, Muara Enim, Sumatera Selatan, beberapa minggu lalu (30/9).

Betul, permukaan sirkuit grasstrack pastinya enggak bakalan selalu sama setiap serinya. Bisa jadi tanah kering dan keras, mungkin juga berlumpur, atau setengah kering setengah basah yang ada di tiap trek grasstrack.

Tanah di sirkuit Muara Enim agak lunak. Kena basah sedikit licin, kata Rudi yang membawa nama speed shop Rangga Lawe, Pangkal Pinang, Bangka Belitung.

Rudi bermain aman. Tanah yang agak lunak enggak bisa dipaksa untuk mematok timing pengapian tinggi. Kalau treknya keras dan enggak hujan, timing CDI BRT-Bintang Racing Team tipe I-Max dipatok 41 sebelum TMA, ulas Rudi.

Karena kondisi tanah di Muara Enim yang sedikit lembek dan licin, Rudi mematok timing 40 sebelum TMA. Artinya, momen piston menggebuk api semburan dari busi dibikin sedikit lambat dibanding trek tanah yang kering.

Seandainya dipaksakan tetap 41 sebelum TMA, mesin enggak lama akan overheat. Itu pengalaman beberapa balapan dengan tanah yang agak lembek, urai Rudi yang memang cuma itu nama aslinya. Namanya pendek, tapi akalnya panjang.

Pengapian pun menggunakan magnet Yamaha YZF250. Rudi akui magnet SE YZF250 bikin putaran mesin rata dan lebih cepat mengangkat torsi. Berbeda dari SE 2-tak seperti Yamaha YZ125 akan bermasalah kalau treknya basah dan lembek

Rudi pun masih tetap bermain aman. Timing bukaan klep dibikin lama supaya suplai bahan bakar deras. Banyak bahan bakar yang masuk, kan akan membantu proses pendinginan mesin.

Valve in membuka 39 sebelum TMA dan menutup 59 setelah TMB. Saya pakai piston diameter 55,25 mm. Totalnya jadi 129 cc, tutup Rudi. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban belakang : Swallow Terra Cross 90/100-16
Ban depan : Swallow Terra Cross 70/100-19
Karburator : Keihin PWK 28
Knalpot : RPM
Sokbreker : KYB




ReadmoreYamaha Jupiter-Z, Mengatur Timing Sesuai Tanah

Honda Blade, Wow! Dua Silinder 220 cc


Rudy Endang Kurniawan seorang kolektor motor unik yang juga pembaca setia MOTOR Plus. Brother asli Palembang ini membaca artikel Honda CB 125 yang dibikin dua silinder. Doi tertarik karya bengkel OM2S itu. Motor jadi unik, kalo bore up biasa, kata Rudy yang kerja di bidang Migas ini.

Dengan semangat langsung nyambangi rumah Rizky Fauzi, sang modifikator OM2S di Jl. KH Hasyim Ashari, Gondrong Kenanga No. 16, RT 004/01, Cipondoh, Tangerang. Doi curhat motor yang paling enak dan mantap dibikin dua silinder. Setelah diskusi, pilihan jatuh pada Honda Blade.

Konsep engine yang diterapkan di Blade ini mengusung tipe segaris yang merupakan ciri khas OM2S. Part yang dipakai semua menggunakan original Blade dan tidak pakai dari motor lain, kata Oji, panggilan modifikator cerdas ini.

Pertama, menggabungkan dua kruk as standar untuk mendorong dua piston diameter 50 mm dengan langkah 55,5 mm. Lengan kruk as kanan yang menuju magnet dipotong dan dilubangi. Sementara kruk as kiri dari as yang menuju kopling dimasukan ke lubang tadi. Lantas dipres terus dilas titik. Kruk as hanya menggunakan 3 laher, satu di kiri, satu di kanan dan satu lagi di tengah.

Adaptor crankcase harus bikin baru, panjang total 4,5 cm. Bahannya terbuat dari aluminium. Bentuknya disesuiakan dengan kruk as beserta bearingnya, dibentuknya lewat las babet dan argon, dengan sentuhan akhir mesin milling, seru pria anak satu ini.

Kesulitan ketika menggabungkan blok-head bagian bawah dekat port exhaust. Ketika dilas untuk penggabungan, bahan head bagian bawah seperti enggak mau menyatu, padahal head bagian atas enggak ada kendala, sepertinya dibikin berbeda bahan antara atas dan bawah, curhatnya.

Dua noken as Blade untuk mengatur buka-tutup klep in 25,5 mm dan ex 21,5 mm harus disambungkan. Penyambungannya lewat bahan kuningan dan dilas kuningan, jadi panjang total noken as 15 cm.

Pengabutan bahan bakar diatur dua karburator original yang disesaki pilot-jet 108 dan main-jet 42. Untuk pengapian pilih dua koil dan satu CDI. Untuk saluran gas buang mengandalkan standar, namun agar raungannya garang harus dibobok. Diorder ke bengkel Dapit Knalpot di Jl. Sasak Cipete, Ciledug-Tangerang, jelas Oji, yang bukan Oji Saputra.

Oh ya kapasitas silinder kini bengkak jadi 217,8 cc cc. Kalau digenapkan jadi 220 cc. Wow! (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan : 70/90 17
Ban belakang : 80/90 17
Busi : NGK
OM2S : (021) 9462 0564



ReadmoreHonda Blade, Wow! Dua Silinder 220 cc

Kawasaki Athlete 2010 warna hijau








Contact Person

Nama : anjas wahyu nurhayanto
Telepon : 081310645628
Email : an74s@yahoo.com
YM :
Alamat : Jl. Slamet Riyadi 3/17, Kebon Manggis, Matraman, Jakarta Timur

Harga : Rp 10.000.000
Tahun : 2010
Warna : hijau
Transmisi : Biasa
Bahan Bakar : premium
Provinsi : DKI Jakarta

Kondisi : 1. Pajak bulan Februari 2. Tangan pertama 3. Mesin mulus Untuk respon cepat, silakan SMS/Call/Whatsapp ke 081310645628
ReadmoreKawasaki Athlete 2010 warna hijau